Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan

0 Linting Halaman Al-Quran dan Injil Untuk Dirokok (Dibakar) ! Dasar Pengacara Edan!

Jumat, 17 September 2010 Label:


Seorang pengacara yang diketahui merupakan seorang atheis (keyakinan yang menolak keberadaan Tuhan) membuat kontroversi dan heboh di YouTube dengan menjadikan lembaran halaman kitab suci umat Islam Al-Quran dan Kitab Suci Umat Kristen Injil sebagai pembungkus rokok (Lintingan) yang diisi rajangan rumput lalu di gulung dengan kertas dari halaman kitab suci tersebut lalu sulut api selayaknya para perokok. 
Dengan bangga Stewart memamerkan bahan bahan yang akan digunakan 
untuk membuat rokok
Dengan bangga Stewart memamerkan bahan bahan yang akan digunakan untuk membuat rokok
Pria atheis yang bekerja menjadi pengacara dan staf di Queensland University of  Technology tersebut bernama Alex Stewart seolah tidak mau ketinggalan dari pendeta Evangelis Amerika Terry Jones yang beberapa hari lalu menjadi sorotan dunia karena rencananya yang akan membakar Quran dihari peringatan serangan 11 September menara kembar WTC. Bedanya Alex tidak berkoar koar mengumumkan niatannya, melainkan langsung membuat videeo streaming selama 12 menit lalu di uploadkan ke YouTube, yaitu rangkaian dia mengejek para penganut agama dengan membakar lembar dari kedua kitab suci yang dijadikan sebagai rokok lintingan yang dibakar tersebut.
Steward sendiri merupakan anggota kelompok Atheis di Brisbane Australia, demikian dikutip ruanghati.com dari ABC. Reaksi keras langsung berdatangan baik dari perhimpunan umat Islam Australia dan Gereja Katolik Quensland serta beberapa organisasi kemasyarakatan setempat menangggapi ulah gila sang pengacara tersebut.
Pengacara Edan! Linting Halaman Quran dan Injil Untuk Dirokok 
(Dibakar)
Pengacara atheis tersebut merekam ulahnya merokok dari bahan halaman Injil dan Al-Quran yang disulut api kemudian rekaman videonya di upload ke YouTube
Salahsatu alasan dan motivasi Stewart melakukan hal gila yang dikecam banyak orang tersebut adalah untuk membuktikan bahwa membakar keduanya tidak akan berdampak apapun atas dirinya dan hal lain. Namanya juga atheis alias tidak percaya Tuhan, baginya kekuasaan Tuhan tidak untuk di imani.
Semoga saja penyakit-penyakit seperti ini tidak berkembang di negara kita yang asas negaranya saja berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Karena kita semua di Indonesia mengimani kekuasaan Tuhan walau berbeda-beda caranya sesuai keyakinan yang dianut.
Ternyata di negara yang dikatakan demokrasi (bebas) seperti Amerika dan Australia, kebebasan seringkali disalahgunakan untuk meresahkan kenyamanan hak orang lain. Jadi Kebebasan yang tak terbataspun sebenarnya tak ideal bukan.
Read more

0 Amal Perbuatan Yang Memudahkan Mukmin Menyeberangi Jembatan Neraka

Senin, 09 Agustus 2010 Label:
Sebagaimana sudah kita ketahui setiap Ahli Tauhid sebelum berhak mencapai pintu gerbang surga diharuskan melewati ujian berat yaitu menyeberangi jembayan yang membentang di atas Neraka Jahannam. Nabi Muhammad S.A.W. melukiskan jembatan itu sebagai jembatan yang lebih tipis dari sehelai rambut dan lebih tajam dari sebilah pedang.
Ada mereka yang sukses menyeberanginya, ada yang sukses namun terluka kena sabetan duri-duri dan besi-besi kait yang merobek sebagian anggota tubuhnya, sementara ada yang gagal sehingga terjatuh dan terjerembab dengan wajahnya terlebih dahulu masuk ke dalam api menyala-nyala Neraka Jahannam.
Dan para malaikat berkata : “Rabbi sallim, Rabbi sallim.”(“Ya Allah, selamatkanlah, selamatkanlah.”) Maka ada yang selamat, ada yang tercabikcabik lalu diselamatkan, dan ada juga yang digulung dalam neraka di atas wajahnya.”(HR Ahmad 23649).
Setiap orang yang mengaku beriman sudah barang tentu berharap dirinya masuk ke dalam golongan mereka yang selamat menyeberanginya sehingga berhak masuk Surga dan dijauhkan dari azab api neraka.
Namun pertanyaannya adalah bagaimana hal itu bisa tercapai? Apa syarat-syarat agar seorang Mukmin berhak menikmati kesuksesan tersebut? Sebenarnya dalam hadist lain Nabi Muhammad S.A.W. telah mengisyaratkan sebagian jawabannya.
“Allah akan memanggil umat manusia di akhirat nanti dengan nama-nama mereka ada tirai penghalang dari-Nya. Adapun di atas jembatan Allah memberikan cahaya kepada setiap orang beriman dan orang munafiq. Bila mereka telah berada di tengah jembatan, Allah-pun segera merampas cahaya orang-orang munafiq.
Mereka menyeru kepada orang-orang beriman : “Tunggulah kami supaya kami dapat mengambil sebagian dari cahaya kamu.” (QS Al-Hadid ayat 13) dan berdoalah orang-orang beriman : “Ya Rabb kami, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami.” (QS At-Tahrim ayt 8) Ketika itulah setiap orang tida akan ingat orang lain.” (HR Thabrani 11079).
Diantara solusinya ialah seorang mukmin mesti mengupayakan agar dirinya kelak memiliki cukup cahaya agar mampu menyeberangi kegelapan dan panasnya neraka. Lalu apakah amal perbuatan yang akan menyebabkan seorang mukmin memiliki cukup cahaya untuk sukses menyeberangi jembatan itu?
Pertama, kesungguhan seorang mukmin untuk bertaubat dari dosa-dosa yang selama ini dia kerjakan. Inilah yang disebut dengan aktivitas Taubatan Nasuha(Taubat Yang Murni). Taubatan Nasuha inilah yang akan menyebabkan seorang mukmin memperoleh cahaya yang disempurnakan untuk sukses menyeberang jembatan Neraka. Bukan taubat musiman alias taubat yang tidak menyebabkan seseorang benar-benar meninggalkan perbuatan dosa yang dilakukannya.
Al-Hakim meriwayatkan dari Ibnu Mas’ud, dari Nabi Muhammad S.A.W. , beliau bersabda:”Shirath itu setajam pedang dan sangat menggelincirkan.”
Belau melanjutkan:”Lalu mereka melintas sesuai dengan cahaya yang mereka miliki. Maka di antara mereka ada yang melintas secepat meteor, ada pula yang melintas secepat kedipan mata, adapula yang melintas secepat angin, ada pula yang melintas seperti orang berlari, dan ada pula yang berjalan dengan cepat.
Mereka melintas sesuai amal perbuatan mereka, hingga tibalah saat orang yang cahayanya ada di jari jempol kedua kakinya melintas, satu tangannya jatuh, dan satu tangannya lagi menggantung, satu kakinya jatuh dan satu kakinya lagi menggantung, kedua sisinya terkena api neraka.”
Kedua, Seorang Mukmin akan dijamin memiliki cukup cahaya saat menyeberangi jembatan di atas Neraka jika ia rajin berjalan ke masjid dalam kegelapan untuk menegakkan sholat wajibnya semata ingin meraih keridhaan Allah.
“Berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berjalan menuju masjid-masjid dalam kegelapan dengan cahaya yang sempurna pada hari Kiamat.”HR Ibnu Majah 773).
Nabi Muhammad S.A.W. seringkali ketika berjalan menuju ke masjid berdoa dengan doa:”Ya Allah jadikanlah cahaya dalam hatiku, dalam penglihatanku, dalam pendengaranku, di sebelah kananku, disebelah kiriku, di sebelah atasku, di sebelah bawahku, di depanku, di belakangku dan jadikanlah aku bercahaya.”(HR Bukhary 5841).
Ketiga, seorang Mukmin akan sukses menyeberangi jembatan Neraka bila ia melindungi sesama mukmin dari kejahatan orang Munafik. Dan sebaliknya barangsiapa yang mengucapkan perkataan buruk untuk mencemarkan seorang Muslim, maka Allah akan menghukumnya dalam bentuk ia ditahan di atas jebatan Neraka hingga dosa ucapannya bersih.
“Barangsiapa melindungi seorang Mukmin dari kejahatan orang Munafik, Allah akan mengutus malaikat untuk melindungi daging orang itu pada hari Kiamat dari Neraka Jahannam. Barangsiapa menuduh seorang Muslim dengan tujuan ingin mencemarkannya, maka Allah akan menahannya di atas jembatan Neraka Jahannam hingga orang itu dibersihkan dari dosa perkataan buruknya.”(HR Abu Dawud 4239).
Saudaraku, sungguh kita semua sangat membutuhkan cahaya yang mencukupi untuk menyeberangi Jembatan Neraka dengan selamat. Semoga Allah masukkan kita bersama ke dalam golongan Mukmin sejati.
Semoga Allah bersihkan hati kita bersama dari penyakit kemunafikan. Sebab kemuafikan akan menyebabkan cahaya seseorang tiba-tiba padam saat menyeberangi jembatan neraka sehingga ia menjadi tergelincir lalu jatuh ke dalam api Neraka yang menyala-nyala. Na’udzubillahi min dzalik...!
Ya Allah, bersihkanlah hati kami dari kemunafikan, dan amal perbuatan kami dari riya dan lisan kami dari dusta serta pandangan mata kami dari khianat. Sesungguhnya Engkau Maha Tahu khianat pandangan mata dan apa yang disembunyikan hati.
Read more

0 Misteri Perahu Nabi Nuh

Sabtu, 31 Juli 2010 Label:
Dilihat dari bukti yang telah ditemukan, bahwa peradaban manusia prasejarah pernah mengalami kepunahan karena berbagai macam perubahan alam dan bencana, seperti gempa bumi, banjir, gunung berapi, tabrakan benda angkasa (termasuk meteorit dan komet), pergerakan naik turun lempeng daratan, perubahan cuaca yang tiba-tiba, dsb. Sebagai contoh kasus, Atlantis pernah menjadi sebuah daratan yang memiliki peradaban tinggi manusia, namun tenggelam ke dasar lautan dalam sebuah bencana gempa bumi yang dahsyat pada 11.600 tahun silam. Hal itu membentuk sebuah zona di laut China selatan sekarang, laut di daerah ini sangat dangkal, kedalamannya rata-rata hanya 60 meter lebih. Hanya puncak gunung tertinggi di daratan waktu itu yang tersisa di atas permukaan laut, yaitu yang sekarang terletak di negeri kita, Indonesia. Begitu pula di kedalaman 200 meter bawah laut pesisir pantai Peru, ilmuwan menemukan pilar batu yang dipahat dan bangunan yang mahabesar. Di dasar lautan Atlantik yang berada di sisi luar berhasil diambil 8 gambar dasar laut. Melalui gambar-gambar ini secara jelas tampak sebuah tembok benteng zaman purbakala dan undakan batu. Diperkirakan tenggelam pada 10.000 tahun silam. Di belahan barat perairan segitiga Bermuda juga ditemukan sebuah piramida raksasa yang diperkirakan berumur puluhan ribu tahun. Dengan demikian, zaman Nabi Nuh juga tidaklah seprimitif yang selama ini kita bayangkan. Hakikatnya pada zaman itu semuanya sudah maju. Ilmu pengetahuan mereka sudah maju pada masa itu. Di kaki gunung Ararat itu saja, para peneliti dan ilmuwan Rusia telah menemukan lebih kurang 500 kesan artefak baterai elektrik purba yang digunakan untuk menyadurkan logam. Jelas sekali, bahwa bekas peninggalan kota-kota yang pernah mewakili peradaban manusia prasejarah dan memiliki kecemerlangan ini tenggelam ke dasar lautan karena tenggelamnya daratan.
 
Banjir Dahsyat
Kurang lebih 12.000 tahun silam, peradaban manusia sebelum peradaban kita sekarang pernah mengalami suatu serangan banjir yang sangat dahsyat, dan banjir waktu itu juga mengakibatkan tenggelamnya daratan.
Secara berturut-turut arkeolog menemukan sejumlah besar bukti yang secara langsung atau pun tidak mengenai banjir dahsyat yang terjadi waktu itu. Para antropolog juga menemukan bukti melalui penelitian pada suku bangsa yang berbeda di berbagai tempat di dunia tentang legenda asal-usul peradaban bangsa ini.
Legenda kuno dari bangsa yang berbeda di berbagai tempat di dunia secara fundamental melukiskan bahwa manusia pernah berkali-kali mengalami bencana dahsyat yang mematikan. Bahkan begitu seragamnya menguraikan bahwa pada suatu periode prasejarah sebelum munculnya peradaban manusia sekarang ini, di atas bumi pernah terjadi suatu banjir dahsyat yang mengakibatkan punahnya seluruh peradaban manusia, dan hanya sebagian kecil manusia yang dapat mempertahankan hidupnya. Legenda mengenai banjir dahsyat yang sudah diketahui di dunia tercatat ada 6.000 lebih. Seperti misalnya, dalam legenda China dan Jepang, Malaysia, Laos, Thailand, India, Australia, Yunani, Mesir dan Afrika Selatan, Afrika Utara, penduduk asli Amerika Utara. Setiap negara serta rumpun bangsa yang berbeda pasti menyimpan sebuah memori tentang peristiwa banjir dahsyat itu. Meskipun legenda-legenda ini terjadi pada setiap bangsa dan budaya yang berbeda, namun semuanya memiliki alur cerita dan tokoh tipikal yang sangat mirip. Semua bukti dan gejala ini sama sekali tidak dapat diasumsikan sebagai suatu ketidaksengajaan atau pun suatu kebetulan. Proses yang berhubungan dengan banjir dahsyat ketika itu juga diuraikan dalam kitab suci. Meskipun kitab suci  merupakan sebuah kitab agama, namun sejumlah besar ahli berpendapat, bahwa yang dilukiskan dalam kitab suci (Alkitab dan Al-Qur’an) adalah sejarah manusia yang sebenarnya. Ikhtisar dalam Alkitab yang berhubungan dengan banjir dahsyat yang terjadi waktu itu menyebutkan, “Banjir meluap dan menggenang selama 40 malam, air pasang menuju atas, perahu mengambang dari atas permukaan bumi” : “Arus air meluap dahsyat di atas permukaan bumi, seluruh pegunungan tergenang oleh air pasang”: “5 bulan kemudian, perahu berhenti di atas gunung Ararat; dan setelah 4 bulan berlalu, ketika daratan sudah kering, Nabi Nuh meninggalkan perahunya.” Waktu itu banjir dahsyat sekaligus disertai dengan perubahan daratan dan secara total menghancurkan seluruh peradaban manusia di bumi, hanya sebagian kecil manusia yang dapat mempertahankan hidupnya. Sejumlah besar bekas peninggalan prasejarah yang belakangan ini ditemukan arkeolog, seperti misalnya, daratan Atlantis, budaya Yunani, bangunan di dasar laut dan lain sebagainya kemungkinan besar tenggelam karena banjir dahsyat waktu itu.  Ada yang memperkirakan banjir dahsyat itu terjadi 5.000 tahun yang lalu, mengikuti perkiraan ahli anstronomi, perahu Nabi Nuh mulai dibuat pada 2465 SM dan hujan mulai turun pada 2345 SM. Setelah perahu Nabi Nuh mendarat di gunung Ararat, dimulailah kehidupan baru manusia. Mereka yang selamat mulai menyebar. Begitu pula binatang-binatang. Biji-biji tanaman kembali disemaikan. Karena dianggap melahirkan generasi baru manusia setelah Nabi Adam, Nabi Nuh mendapat gelar The Second Father of Human Being –Bapak Manusia Kedua. Oleh generasi inilah, kebudayaan dan peradaban manusia dikembangkan. Selain di kawasan Ararat, juga di Mesopotamia yang ribuan tahun kemudian menjadi pusat kejayaan Babilonia.
 
Akibat Gletser yang Mencair
Sekelompok peneliti underwater surveyors yang diketuai oleh Dr. Robert Ballard, yang juga telah menemukan Titanic, telah menemukan sebuah bangunan lama berusia kira-kira 7.500 tahun di dasar Laut Hitam, dekat pantai Turki. Mereka telah menemukan struktur bangunan dari batu dan kayu di kedalaman beberapa ratus kaki. Penemuan mereka menjadi bukti dari kejadian banjir besar di zaman Nabi Nuh seperti diceritakan di dalam Alkitab dan Al-Qur"an. Para ilmuwan mempercayai bahwa penemuan tersebut membuktikan keberadaan sebuah kawasan yang telah tenggelam yang disebabkan oleh banjir besar yang melanda sekitar 5000 SM. Menurut teori mereka, banjir besar tersebut disebabkan oleh adanya pencairan gletser dari tanah tinggi di Eropa. “Ini merupakan penemuan yang sangat menakjubkan,” kata Dr. Ballard di dalam rancangan National Geographic Society bertajuk “Research Ship Northern Horizon”. Ballard menerangkan bagaimana sebuah robot bawah air meninjau 300 kaki di bawah permukaan air, telah menemukan kawasan segi-empat berukuran 12 x 45 kaki persegi, di mana terdapat sebuah struktur dari kayu dan tanah liat yang telah runtuh.
“Beberapa artefak yang ditemukan di sana tersimpan rapi yang terdiri dari kayu berukir, beberapa cabang kayu dan peralatan dari batu yang telah runtuh dan diselimuti lumpur,” imbuh Ballard. Dr. Ballard dan timnya mengawali penelitian di kawasan tersebut setelah dua kapal selam pakar geologi dari Universitas Colombia di New York menyatakan bahwa keadaan tersebut disebabkan oleh banjir besar ribuan tahun sebelumnya.
Mereka meramalkan apabila zaman es berakhir 12.000 tahun yang lalu, maka gletser mulai mencair. Kawasan timur Mediterania yang terputus dari Laut Hitam telah menyebabkan Laut Hitam tidak tenggelam oleh air walaupun permukaan air laut yang lain telah naik. Hal ini menyebabkan pada sekitar 7.000 tahun yang lalu, genangan awal di Bosphorus telah pecah menyebabkan air di Laut Mediterania melimpah ke timur menjadi Laut Hitam yang memang terputus dari laut-laut yang lain. Kekuatan limpahan air tersebut diperkirakan 10.000 kali daripada air terjun Niagara. Mereka menyatakan bukti ilmu pengetahuan, menunjukkan bahwa kulit kerang dari kawasan tersebut berusia lebih 7.000 tahun, manakala kulit kerang dari laut lain berusia sekitar 6.500 tahun. Ballard menerangkan, “Banyak kasus yang terjadi apabila air tawar dari sebuah telaga berubah menjadi air asin dan dampak banjir besar tersebut menyebabkan kawasan daratan yang sangat luas berubah menjadi dasar laut".

(Sumber: James Chapman, Daily Mail, UK, 14 September 2000. Jamil Adimin Research and Graduate School University of Manchester).
Read more

Label

Agama (3) Aneh (19) Hebat (17) Lain2 (16) PB (4) Rubik (3) Serba Angka (23) Software (8) Tips Blog (11)

Followers

 
Pandjie Blog © 2010 | Designed by Blogger Hacks | Blogger Template by ColorizeTemplates